CATCHING YOUR LOVE – Chap. 5

12116007_745983508879310_1242720793431151064_n

CATCHING YOUR LOVE

Chapter 5

Story : Archangel Han

Art : Himawari

Cast :

Seo Joo Hyun

Lu Han

Im Yoon Ah

Kim Jong In as Kai

Oh Sehun

^^ HAPPY READING^^

Seohyun tetap bungkam saat Lu han terus bertanya, alasan apa yang membuatnya pergi begitu saja dan meninggalkannya di Mall.

Saat bangun di sore hari, Seohyun mendapati Lu Han tertidur di sofa ruang tamunya. ‘Bukankah seharusnya dia kembali ke kantor?’ Batinnya, karena Seohyun mengira Lu Han hanya menggertak saat mengatakan, pria itu akan menunggu penjelasannya saat dia terbangun.

Seohyun berjongkok di depan Lu Han yang masih tidur pulas dengan keadaan berantakan, dua kancing kemejanya sudah terbuka. Mata Seohyun memandang lengan kemeja yang sebelahnya sudah di gulung berantakan sampi siku, dan yang satunya hanya tergulung sedikit. Rambut coklat pria itu acak-acakan.

Dengan lembut, Seohyun membelai rambut Lu Han dan merapihkannya. Dia merasa bersalah karena membuat pria itu cemas dan khawatir, hingga berkeliling Mall untuk mencarinya, tapi mau bagaimana lagi…Seohyun sangat tak suka melihat Lu Han bersama wanita genit itu.

Tangannya bergerak untuk mengusap pipi pria itu. Wajah tampannya pasti memikat banyak wanita, tapi dia tahu Lu Han bukanlah pria brengsek seperti kebanyakan pria.

Seohyun menarik tangannya dari wajah Lu Han, namun tangannya di tahan oleh pria itu. Matanya menatap langsung Seohyun, seolah gadis itu pasti akan mengelak atau kabur.

“Lepaskan oppa”

“Tidak! sebelum kau menjelaskan” Mata pria itu menatapnya tajam.

“Aku hanya lelah” Seohyun menaikkan bahunya acuh.

Mata pria itu menyipit. “Gojimal.” Tangan Seohyun di tarik, hingga tubuhnya kini menindih Lu Han. “Kau bukan gadis yang pandai membohongiku Angel” Tangan Lu Han melingkari tubuh Seohyun, sehingga dia tak bisa melepaskan diri. Seohyun terus menggerakkan tubuhnya, berusaha melepaskan diri, namun tangan Lu Han semakin erat menahan pinggangnya.

“Aku tak akan menjelaskan” ucapnya keras kepala. “Dan aku tak ingin membahas hal ini. Sekarang lepaskan aku oppa”. Perintahnya.

Lu Han mendengus, perlahan pelukan pada pinggangnya sedikit longgar. Seohyun tak ingin melewatkan kesempatan, dia berdiri dengan kasar. “Pulanglah oppa, kau terlihat berantakan”.

Hening.

Seohyun berjalan menjauh dan membelakangi Lu Han.

“Aku tak menyangka kau mengusirku Angel.” Ucapan itu terlihat tenang, namun Lu Han sebenarnya merasa sakit hati atas perlakuan Seohyun.

“Aku sedang badmood oppa, jadi kumohon…” Seohyun menggigit bibirnya. “Pulanglah!” Suaranya serak, sebenarnya dia tak tega mengusir Lu Han, tapi suasana hatinya hari ini benar-benar buruk. Bukan hanya tentang Lu Han saja, tapi tentang pria lain juga.

“Baiklah” Lu Han bangkit dari sofa. “Aku pulang” Lu Han berjalan ke arah pintu, saat berbalik, dia masih melihat Seohyun tetap membelakanginya.

Setelah terdengar suara pintu tertutup, Seohyun berbalik dan memandang hampa pintu itu.

“Mianhaeyo oppa” gumamnya.

Terdengar suara deringan ponselnya dari arah kamar tidurnya. Seohyun berjalan pelan menuju kamarnya, dilihatnya id si penelpon.  Tak ada nama, dan dia tak mengenali nomor itu, jadi Seohyun tak kunjung menjawab telpon itu. Dengan acuh di lemparkan ponselnya ke atas ranjang dan dia melemparkan dirinya juga ke ranjang.

Deringan itu kini berhenti, mungkin si penelpon sudah bosan, karena tak kunjung di jawab. Seohyun menutup matanya, dia ingin minta maaf pada Lu Han, tapi egonya melarang. Beberapa menit kemudian terdengar suara deringan, namun bukan nada panggilan, tapi nada pesan.

Di raihnya ponsel yang tadi di lemparnya, pesan itu dari nomor yang tadi tak di kenalnya. Ternyata itu nomor Oh Sehun. Dengan malas dia membalas dan menyimpan di kontaknya.

Pria itu mengirim pesan lagi, untuk mengajaknya makan malam. Dia ingin menolak, tapi dia akan kehilangan kesempatan untuk mendekati pria itu, rencananya haruslah berhasil dan Lu Han tidak boleh tahu tentang hal ini.

**
Malam itu Seohyun sudah siap, mengenakan gaun biru cerah yang kontras dengan kulit putihnya, belahan dada yang bebentuk hati dengan tali yang melintang dari tengah dada ke bahunya, membuat payudaranya terlihat menonjol dan berisi. Gaunnnya memamerkan paha mulusnya, yang panjangnya hanya sampai di paha bagian atas. Dan gaun itu terlihat membungkus tubuhnya bagaikan kulit kedua.

Rambutnya yang di gerai dan di buat ikal, dan bibirnya yang di poles lipstik merah, membuatnya terlihat cantik, elegan dan seksi.

Seohyun memandang kembali ke arah cermin, memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna. Ponselnya berbunyi, tanda adanya pesan. Di raih ponselnya yang sudah berada di dalam tas tangan berwarna krem. Dari Oh Sehun, batinnya. Ternyata pria itu kini sudah berada di depan gedung apartemennya. Di raihnya tas itu, dan sekali lagi bercermin, kemudian dia berjalan untuk menemui Oh Sehun.

Sehun berdiri di samping mobilnya, saat aku berhenti di depannya dia mengulurkan tangannya. Aku menyambutnya dengan tersenyum, dia mencium punggung tanganku sambil membungkuk.

“Kau sangat cantik” pujinya.

“Gomawo, Sehun-ssi”.

Dia membukakan pintu, dan dengan anggun Seohyun memasuki mobil mewah Sehun.

Mobil itu melaju dengan mulus, membelah suasana malam.

**

Sky Lounge di the InterContinental Seoul COEX, salah satu restoran mewah di Seoul. Tentu saja Sehun yang memilih tempat ini, bisa di lihat dari seleranya.

Makanan pembuka menghadirkan Soup yang gurih dan aromanya harum sangat menggugah selera makan. Seohyun memakannya perlahan.

“Apakah kau menyukai tempat ini?”

“Ya” angguknya. “Tempat ini nyaman dan pemandangan malamnya terlihat indah.” Matanya memandang keluar, restoran ini berdinding kaca, sehingga pengunjung dapat memanjakan matanya memandang langit malam ataupun suasana di luar.

“Aku senang kau menyukainya” Sehun tersenyum bahagia.

‘Tersenyumlah saat kau masih bisa’ geram Seohyun dalam hati, saat melihat senyum itu. Seohyun mempertahankan senyumnya dan kembali menyantap makanannya.

Seohyun hanya memakan Soup beberapa sendok, dan Sehun meminta pelayan untuk menyajikan menu utama. Pelayan menghidangkan Scaloppine Di Vitello Ripiene – irisan Daging Sapi Isi Keju dan Ikan Anchovie , di sajikan bersama kentang. Tak lupa anggur Chianti, jenis anggur merah vintage asal Tuscany.

‘Pria ini benar-benar telah menyiapkan segalanya’ sinisnya dalam hati.

Mereka tak banyak bicara saat menikmati makan malam, hanya sesekali melemparkan senyum.

Kali ini hidangan penutupnya Panna cotta, adalah hidangan yang dibuat dari krim, susu dan gula, dicampur dengan gelatin yang didihkan dan kemudian disajikan dalam keadaan dingin.

Seohyun menyantapnya dengan lahap. Sehun memandangi gadis itu sambil tersenyum kecil, yang tak di sadari oleh Seohyun.

‘Aku ingin datang lagi bersama Lu Han oppa’ batinnya. Pasti lebih menyenangkan bersama Lu Han daripada Sehun. Tiba-tiba dia dilanda rasa bersalah karena telah mengabaikan pria itu.

Raut wajah Seohyun yang terlihat sedih membuat Sehun khawatir. “Apakah kau sakit Seohyun?” Suara lembut Sehun menyadarkan Seohyun.

Gadis itu menggeleng dan menampilkan senyumnya lagi, walaupun dengan terpaksa.

**

Selesai makan malam , Sehun mengantar Seohyun pulang. Mobil pria itu kini telah berhenti di depa  gedung apartemen Seohyun.

“Gomawo, untuk makan malamnya” Seohyun memandang Sehun dan tersenyum.

Pria itu memandangnya dalam, seolah ingin mengucapkan sesuatu. Seohyun mendekati wajah Sehun dan mencium bibirnya singkat. Membuat wajah Sehun sedikit tersipu.

“Seohyun, sebenarnya….aku…”

Deringan ponsel Seohyun membuat keduanya kaget. Gadis itu merogoh tasnya, dan melihat id pemanggil

-Lu Han Oppa-

“Sehun-ssi, gomawo untuk malam ini, Bye” Sebelum Sehun membalas, gadis itu telah turun dari mobil dan menutup pintu. Melambaikan tangannya singkat dan berbalik menuju gedung apartemennya.

Sehun mendesah, padahal dia ingin mengungkapkan perasaanya, walaupun baru bertemu, tapi dia sudah tertarik pada Seohyun. Pasti orang tuanya akan menyukai Seohyun bila dia memperkenalkan gadis itu pada keluarganya.

Seohyun tergesa-gesa mencapai apartemen. Dia takut Lu Han sedang menuju apartemennya, dan gadis itu belum mengganti bajunya. Lu han pasti akan menceramahi dan memarahi gaya pakaiannya yang terlalu terbuka. Saat membuka pintu apartemennya, matanya membelalak kaget.

Lu Han, pria itu kini duduk dengan santai di sofa apartemennya. Mata pria itu tak kalah membelalak saat melihat penampilan Seohyun.

Entah kenapa Seohyun merasa segan memasuki apartemennya sendiri. Bukankah itu bodoh. Seohyun memberikan cengiran saat Lu Han memandangnya tajam.

“Oppa… kau ada di sini?” Tannyanya bodoh.

Lu Han mendengus kasar. Pria itu kini berdiri dan mendekatinya seperti predator. “Ganti bajumu” geramnya di sela sela giginya yang saling beradu. Seohyun yang tak ingin membantah, dia berlari menuju kamarnya, untuk mengganti pakaiannya.

Setelah menggantinya dengan celana pendek dan kaos putih yang kedodoran dengan lambang EXO. Dia berjalan menunduk mendekati Lu Han yang kini duduk dengan tenang sambil memainkan tabletnya. “Duduk” perintahnya halus, tanpa menoleh ke arah Seohyun.

Gadis itu mendudukkan dirinya di sofa seberang, yang di batasi dengan meja kaca. “Aku tak akan bertanya tentang hal tadi, kecuali kau dengan sukarela menjelaskan” nada dingin dan tenangnya membuat Seohyun bergidik.

“Aku akan menjelaskannya oppa…., tapi nanti” Lu Han mengangguk, dan Seohyun masih menunduk, namun diliriknya pria itu yang mengangguk.

“Baiklah” ucpanya sambil berdiri. “Aku pulang, angel” Lu Han berjalan meninggalkan Seohyun.

“Oppa tunggu ” gadis itu mengejar Lu Han yang akan  mencapai pintu dan menahan tangannya. “Jangan pergi, kumohon” matanya berkaca-kaca.

Di dekapnya tubuh Seohyun kedalam pelukannya. Dia sangat menyayangi gadis itu, dan takkan membiarkannya meneteskan air mata kesedihan. “Aku harus pergi” Seohyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Jangan tinggalkan aku” bisiknya di dada Luhan dengan suara serak. Lu han perlahan melepaskan pelukannya dan menjauh. Hanya keheningan yang melingkupi keduanya.

Lu han berbalik, terdengar suara pintu terbuka dan sedetik kemudian tertutup dengan bunyi yang cukup kencang tepat di belakangnya hingga membuatnya mengernyit. Kini tubuhnya berbalik dan memandang pintu dengan nanar. Setetes air mata tampak di pelupuk matanya dan isakan lirih kini lolos dari bibir mungilnya.

Tubuhnya terasa lemas dan kini dia jatuh terduduk di lantai yang dingin. Dia ingin menjelaskan semuanya, namun niat itu di urungkannya. Lu Han akan menentang keputusannya, tapi hanya ini yang bisa di lakukan bila ingin membalaskan sakit hatinya pada orang itu.

Lu Han, pria itu memukul setirnya, hingga meninggalkan rasa sakit di tangannya. Dia benar-benar marah pada kelakuan gadis itu, tapi dia juga tak bisa memaksakan kehendaknya. Semakin dia mengekangnya, semakin sulit Lu Han akan mendapatkan hati gadisnya.

Dia haruslah bersabar dan bertahan, walaupun akan menyakiti dirinya sendiri. Dia menjatuhkan kepalanya pada setir mobil, ingin rasanya menghancurkan sesuatu. Kepalanya kembali terangkat untuk memandang ke arah apartemen Seohyun.

Menarik nafas dalam, dia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobilnya. Sepertinya dia akan tetap di sini dan tidur di mobil, suasana hatinya tidak mengijinkan beranjak dari tempat ini. Dia akan tidur di mobil dan pergi esok hari.

**

Lu Han sedang membaca berkas-berkas yang harus di tanganinya. Namun terdengar kegaduhan dari balik pintu ruang kerjanya yang membuatnya menggernyitkan dahinya, tak lama kemudian pintu ruang kantornya di buka dengan kasar oleh seseorang. Sesosok tubuh ramping dengan paras cantik memasuki ruangannya dengan wajah menahan amarah.

“Ada apa Yoona-ya?”

Wajah gadis itu terlihat kesal. “Oppa berhentilah menghajar pria-pria yang mendekati Seohyun.” Nadanya terdengar marah.”Jangan berani-beraninya menghajar Kai lagi, oppa!” Ancam gadis itu.

Alis Lu Han terangkat sebelah, mencerna apa yang di ucapkan sepupu cantiknya itu.”Apakah kau menyukainya Yoona-ya?” Tannyanya tanpa ekspresi.

“Bukan urusanmu, oppa” hardiknya.

“Sopanlah Yoona-ya, aku kakakmu!” Matanya memandang gadis itu tajam. Yoona merasa sedikit gentar saat akan meluapkan kemarahannya lagi, tatapan Lu Han benar-benar tajam. Lebih baik dia mengurungkan niatnya untuk marah.

“Maafkan aku oppa. Tapi aku harap oppa tak akan melukai Kai” Ucapnya tegas, walaupun dalam hati dia merasa sedikit takut pada Lu Han.

“Kalau begitu jauhkan dia dari Seohyun” tangannya dengan santai memutar-mutar bolpoin dan tatapannya tak lagi tajam. Yoona merenggut sebal.

“Aku tidak janji, tapi akan ku usahakan.” Ucapnya ketus dengan tangan bersedekap di dadanya. “Tapi Kai saat ini sedang menyelidiki, siapa dalang dari pemukulan pria-pria yang mendekati Seohyun, Oppa. ”

“Aku akan mengurusnya” balasnya acuh.

“Ingat oppa, jangan lukai dia!” Yoona berbalik dan pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan atau apapun, gadis itu melupakan etika kesopanannya dan tak perduli akan reaksi Lu Han.

Lu Han menghembuskan nafas lelah. Dia belum bicara selama beberapa hari dengan Seohyun. Setiap pesan ataupun telpon dari Seohyun berusaha di abaikannya. Sebenarnya dia tak tahan dengan keadaan ini, namun hanya dengan cara ini Lu Han bisa menenangkan dirinya. Di hempaskan tubuhnya pada kursi kerjanya, dengan perlahan menutup mata, mengenyahkan rasa rindunya pada Seohyun yang membuatnya frustasi.

**

Suasana hati gadis cantik itu sedang buruk, beberapa hari ini Lu Han mengabaikannya. Tak seperti biasanya pria itu menghindar darinya, karena selama ini Lu Han selalu memprioritaskan dirinya.

“Kau kenapa Hyun?” Yoona kini duduk di sampingnya. Seohyun menoleh pada Yoona dengan pandangan mata sedih. Merasa ada yang aneh dengan dongsaengnya Yoona dengan cemas memandangnya. “Apa yang terjadi?”. Tanya Yoona cemas.

“Unni……”Gadis itu memeluk Yoona erat, membuat gadis bertubuh lebih kecil itu sedikit kesakitan karena ulah Seohyun. “Hiks…”.

“Ada apa Hyun?” Tangan Yoona mengelus punggung Seohyun lembut.

“Lu Han oppa mengabaikanku Hiks…” Yoona tak percaya, selama ini Lu Han tak pernah mengabaikan Seohyun.

“Apa yang kau lakukan, hingga membuatnya mengabaikanmu?” Dia mengenal sepupunya itu, tak mungkin Lu Han mengabaikan Seohyun tanpa sebab.

“Aku… Hiks, aku mendekati Sehun dan makan malam dengannya”.

“Sehun?” Yoona sepertinya familiar dengan nama itu.

“Hmm” Seohyun mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya dari Yoona. “Oh Sehun” jelasnya.

Mata Yoona membelalak kaget. “Oh Sehun!” Pekiknya kaget. “Kau..”

“Tapi Lu Han oppa belum tahu kalau aku mendekati Sehun” Seohyun buru-buru menjelaskan.

“Babo. Lu Han oppa akan lebih marah bila mengetahui hal ini”.

“Unni jangan menceritakannya pada oppa” pandangan mata Seohyun memohon, dengan berat hati Yoona mengangguk.

“Tapi kau akan menceritakan rencanamu padaku.”

“Belum saatnya unni”

“Yak, kau-”

“Aku janji nanti akan menceritakannya. Ok.”

Yoona menghembuskan nafas sebal. “Baiklah”.

**

“Aww… !” Suara pria memekik cukup keras, yang diabaikan oleh seorang gadis di depannya.

“Bukankah aku sudah memperingatkan, agar menjauh dari Seohyun” suara feminin itu terdengar ketus.

Pria itu mendengus kesal. “Aku bahkan tak bertemu dengannya beberapa hari ini.”

“Mulai sekarang menjauhlah, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi.” Yoona, gadis itu dengan sabar mengobati luka-luka di wajah Kai.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri. Mereka juga pasti merasakan hal yang sama, aku membalas mereka tanpa ampun.”

“Aku tahu kau bisa melindungi dirimu sendiri, tapi bukankah meghindari bahaya itu lebih baik” Ucap Yoona lembut

Kai memandangi Yoona dengan intens, saat gadis itu masih fokus untuk mengobati lebam-lebam pada wajahnya. Rasanya ada sesuatu yang berdesir di hatinya saat memandangi Yoona, dan dia merasa senang saat gadis itu begitu perhatian padanya yang terluka. Walaupun ucapan Yoona ketus, tapi tindakannya sangat berbeda, bukankah dengan sabar gadis itu merawatnya.

Merasa terjadi keheningan yang aneh, Yoona menatap mata Kai yang masih memandanginya. Mereka saling berpandangan, namun dalam sekejap Yoona berpaling, menghindari tatapan mata Kai yang terlalu intens.

Yoona buru-buru berdiri dan membawa kotak p3k untuk di simpan pada tempatnya kembali. Kai masih memandangi gerak-gerik gadis itu yang terlihat canggung. Dia mengulum senyumnya melihat tingkah Yoona.

**

Dentuman musik memekakan telinga bagi yang berada di Club elit itu, namun tak membuat para pengunjungnya lari, malah mereka asyik menikmati dengan menari-nari ria ataupun meminum minuman keras.

Seohyun, gadis itu kini menari melenggok-lenggokkan tubuhnya sesuai dengan iringan musik. Dia ingin menghilangkan penatnya karena telah diabaikan oleh Lu Han. Kali ini dia datang sendiri ke tempat ini tanpa di temani salah satu dari sahabatnya, karena memang Seohyun tak mengajak mereka.

Beberapa pria menari mengelilinginya, namun memilih untuk mengabaikan keberadaan mereka. Bukannya dia sudah tak berminat untuk bermain-main, namun kali ini moodnya sedang buruk. Menyudahi aksi menarinya, kini dia berjalan menuju meja bar dan memesan minuman. Seohyun memesan Vodka dengan camouran orange Jus, dengan kandungan alkohol yang cukup tinggi, dua atau tiga gelas pasti akan membuatnya mabuk berat.

Bartender tampan di depannya menyodorkan gelas minuman pesanannya. Dengan beberapa kali teguk Seohyun sudah menghabiskan minumannya dan meminta lagi, tak membutuhkan waktu lama minuman itu sudah siap di depannya. Kali ini dengan perlahan Seohyun meminumnya, memutar-mutar gelasnya kemudian menyesapnya lagi.

Perlahan, kepalanya terasa pusing dan dia menggumam tak jelas sambil memainkan gelasnya. Seohyun memaki-maki dan menyebut nama Lu Han, entahlah apa yang di ucapkannya, karena gadis itu memaki dengan suara pelan.

Sepasang mata tajam sejak tadi memperhatikan Seohyun dari kejauhan. Dan sejak tadi pula, dia memendam emosinya melihat Seohyun yang menari dengan seksi yang di balut dengan pakaian minim, dan kini makin membuatnya geram karena meminum minuman beralkohol. Ingin rasanya dia menyeret gadis itu dengan kasar, namun hal itu tak akan pernah di lakukannya.

Lu Han kini berjalan pelan mendekati gadis itu yang sudah menghabiskan gelas minuman ketiganya. Ok, ide untuk menyeretnya pasti akan sangat menyenangkan. Gelas keempat akan di minum oleh Seohyun, dan dengan gerakan cepat di renggutnya minuman itu dari gadis yang sudah benar-benar mabuk itu. Seohyun memiliki toleransi rendah terhadap alkohol, meminum segelas dengan kandungan alkohol yang rendah sudah membuatnya pusing, apa lagi dengan kandungan alkohol tinggi dan dalam jumlah banyak.

Lu Han membayar minuman yang di minum Seohyun, kemudian menggendong gadis itu untuk membawanya pulang. Besok gadis itu pasti akan terbangun dengan keadaan sakit kepala, karena terlalu banyak minum.

Lu Han merebahkan tubuh Seohyun di ranjang. Pria itu memejamkan matanya sejenak, menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Menahan gejolak kemarahannya pada Seohyun.

Dengan sabar pria itu mengganti pakaian Seohyun dengan baju tidurnya. Membersihkan sisa-sisa make up yang masih menempel di wajahnya dengan kapas dan pembersih wajah, tak lupa kemudian membasahi handuk kecil untuk mengelap tangan serta kaki Seohyun, agar gadis itu tak merasa lengket.

Lu Han membereskan semuanya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian miliknya, untuk menggantinya dan kemudian berjalan keluar kamar, memilih tidur di sofa ruang tamu.

Lu Han memejamkan matanya dan berdoa, semoga besok akan menjadi lebih mudah untuk mereka berdua. Saranghae angel, batinnya.

Well, TBC ….

^^ Pokoknya jangan pernah puas untuk ceritanya, dan maaf kalo feelnya ga dapet ataupun masih banyak kekurangan lainnya. Di tunggu kritik, saran atau apapun yang sifatnya membangun buatku, tanpa dukungan kalian maka karyaku ga akan berkembang, GOMAWO atas DUKUNGANNYA 😙^^

Iklan

23 thoughts on “CATCHING YOUR LOVE – Chap. 5

  1. Part ini bener2 bikin kepala SeoHan pusing tujuh keliling. Untunglah, si Kai udah ditangani sama Yoona. Meskipun gak pernah ngeship mereka sih kak😅 penasaran banget banget bangeeettt siapa sih yg mau ddibalas dendamin sama Seohyun???

    Suka

  2. Kai tuh ya, seo ga dapet Yoona pun jadi wkwkwk, uhh Lu Han harus lebih greget lagi dong marahnya, udah pake kekerasan dikit juga ga apa-apa kok. Kapan nih seo sadar kalo Lu Han tuh bgtu mencintainya? Sehun akankan menjadi orang ke tiga? Rencana apa sih yang mau di lakuin ke sehun? Tuh maknae salah apa ya, sampe seohyun mau balas dendam ke dia? Pokoknya di tunggu next chap. FIGHTING, KEEP WRITING…

    Suka

  3. NEXT,,,NEXT,,,
    itu seo mo blez dndam ma sehun atau cma mo mnfaatin sehun buat pmblsn dndm dia ke ornk lain???
    lnjutny jgn lm” ne,,,fighting 🙂

    Suka

  4. seohyun balas dendam sama siapa sebenernya ? apa sehun itu adiknya lelaki yang nyakitin seohyun.. kasian juga sehun, gak tau apa2 dijadiin alat untuk balas dendam..
    cepet dilanjut dong!

    Suka

  5. sehun tu sebenarnya sapa??
    kasihan seohan disini..
    kenapa harus ngejauh sih..
    dtnggu chapter selanjutnya thor..
    jia you..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s