DELICIOUS LIPS

image

DELICIOUS LIPS

Ficlet

Story : Archangel Han

Note : Kalian tahu, menunggu itu menyebalkan. Sangat, sangat menyebalkan. Maka dari itu sambil menunggu tiba-tiba terinspirasi dan ingin ngetik , dan…. taraaa…. jadilah ini…..

=Happy Reading=

♡ Bibir mu sungguh lezat…. hmmm yummy….♡

Pagi ini udara terasa dingin, rutinitasku berjalan seperti biasa, bangun, mandi dan bersiap untuk bekerja. Aku memilih berjalan kaki menuju tempaku bekerja, karena jarak apartemen yang ku tinggali taklah jauh.

Seperti biasa, di tengah jalan aku akan menyinggahi Starbucks untuk membeli sarapan dan kopi kesukaanku.
Setiap pagi aku membutuhkan kafein agar menyegarkan pikiran dan siap untuk bekerja.
 
Caramel macchiato adalah pilihanku. Kopi ini terbuat dari espresso yang dicampur dengan sirup vanilla yang creamy lalu ditambahkan dengan topping busa susu dan sirup karamel. Rasanya sangat enak. Manis dari sirup karamelnya sangat pas dan busa susu di atasnya membuat minuman ini jadi terasa sangat lembut di lidah. Hmmm yummy….

Untuk sarapan, aku memilih donat dari gandum dengan kacang almond di atasnya, salah satu makanan sehat yang akan mengganjal perutku sampai nanti siang tentunya.

Aku memilih duduk di jajaran kursi dekat dengan kaca, sehingga mataku bisa mengamati sekitar dan area jalan. Aku menyesap Caramel macchiato pesananku dan begitu nikmat di mulut, tanpa sadar membuatku mendesah. Donat di depanku juga tak kalah lezat, mengunyahnya perlahan adalah hobiku.

Jam masih menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh menit, ini masih terlalu pagi untuk sampai di kantor. Karena aku masuk pukul delapan dan tempat ku bekerja hanya berjarak lima menit.

Dari sudut mata, kulihat ada seorang pria memasuki caffe. Mataku tak mampu melepaskan pandangan darinya. Hmm… pria lezat di pagi hari, suguhan yang menyenangkan, batinku.

Pria itu mengucapkan sesuatu pada pelayan perempuan yang terlihat cukup cantik dengan rambut pirangnya. Pelayan itu menunjuk ke arah sebuah ruangan lain yang terlihat VIP. Pria itu berjalan mengikuti si pelayan, dan mataku masih mengekori sosoknya. Pria lezat itu menoleh dan memandangku, tanpa sadar aku menjulurkan lidah untuk membasahi bibirku. Oh… pria lezat itu memandangku, dan kulihat dia mengedipkan sebelah matanya.

Dia memasuki ruang VIP yang di batasi dengan dinding kaca, tetap membuatku mampu melihatnya. Dia sepertinya sedang memesan sesuatu dan pelayan itu  mengangguk dan menuliskan pesanannya pada sebuah buku note.

Dia kembali memandangku dan kami saling berpandangan. Pandangannya menggoda seolah melahapku, membuat kedua pipiku terasa panas.

“Permisi.” Suara itu mengalihkanku dari pria lezat itu. Aku mendongak dan melihat pelayan pirang itu berdiri di depanku sambil meletakkan chocolate chees cake.

“Maaf aku tidak memesan ini.” Kataku heran.

“Ini dari pria di sana.” Tunjuknya pada si lezat yang tampan.

“Oh… ucapkan terima kasih ku padanya.” Pelayan itu mengangguk dan pergi.

Ada sebuah tulisan di post it yang menempel di ujung piring Chocolate Chees Cake.

= Makan aku 😘 =

Aw… sungguh manis. Aku memandang kembali si lezat yang sedang meminum kopi nya. Dia mengedipkan mata menggoda.

“Oh sial…” umpatku pelan yang tidak akan terdengar oleh siapa-siapa, karena di sini cukup sepi. “Dia sangat lezat, hingga aku ingin menggigitnya.” Gumamku.

Aku meraih sedok kecil dan memotong Chocolate Chees Cake dan memasukkan dalam mulutku. Hm…. ini sangat lezat. Aku memejamkan mataku karena rasanya sungguh enak. Saat membuka mata, pria itu sepertinya masih mengamatiku.

Dengan berani aku mengedipkan mata padanya dan di balas sebuah seringai puas yang membuatnya semakin tampan. Pria itu seolah menegaskan bahwa dialah yang membuatku merasa puas.

Tak lama seorang wanita cantik memasuki ruang VIP dan duduk di seberangnya. Mereka tampak terlibat obrolan yang seru, hingga keduanya tertawa mesra.

Pria itu tak lagi memandangku ataupun mencuri pandang, hingga membuatku tanpa sadar mencibirkan bibir dan menggerutu sebal.

Buru-buru ku habiskan makanan dan kopi kesukaanku. Ku lihat jam menunjukkan pukul tujuh empat puluh lima menit. “Aku terlalu lama di sini”gerutuku.

Aku bangkit dan meraih tas, kemudian berjalan mencapai pintu. Sebelum benar-benar keluar, ku pandang sekali lagi pria itu. Dia memandangku dan mengedipkan matanya kilat. Sangat kilat, hingga aku hampir tak menyadarinya.

Ku ulas senyum padanya sebelum benar-benar meninggalkan starbucks.

Lima menit kemudian aku sudah berada di lift untuk mencapai ruang kantorku. Aku bekerja di lantai tujuh sebagai desain interior.

Ruanganku tidak terlalu luas, namun tidak kecil juga. Aku sendiri yang menata ruangan ini sesuai seleraku. Sofa putih berada di tengah ruangan, meja kerjaku yang berada di balik kaca besar untuk melihat pemandangan. Beberapa tanaman dengan sengaja ku letakkan di beberapa sudut ruangan. Dan… cat berwarna hijau cerah menghiasi dinding.

Aku mulai menyiapkan rancangan dan presentasi untuk klien ku. Terlalu asyik membuat rancangan dengan ide-ide ku dan keinginan klien. Sepertinya akan sempurna, batinku senang.

Tanpa terasa aku begitu larut dalam pekerjaanku, jam kini menunjukkan waktu makan siang.

Aku menggeliat dan meregangkan otot-ototku yang terasa kaku. Tak lama sebuan ketukan mengusikku.

“Masuklah.”

Pintu terayun membuka, seorang pria tampan memasuki ruanganku.

“Hai cantik.”

“Hai tampan…” balasku mesra.

“Siap untuk makan siang?” Dia berjalan mendekat ke arahku.

“Tentu saja.” Aku berdiri dari kursi dan menghampirinya.

Dia menarikku menempel pada tubuhnya setelah jarak cukup dekat. Kami saling menempel dengan tangannya memeluk pinggangku.

“Merindukanku?” Godanya dengan seringai di bibirnya yang menggoda.

“Tentu.” Dengan sengaja aku membasahi bibirku dengan ujung lidah.

“Kau penggoda.”

“Tidak salah kan menggoda tunanganku sendiri.”

“Tentu tidak.” Dia menarik tengkukku dan menempelkan bibirnya pada bibirku.

Kami berciuman dengan lembut, semakin lama semakin menuntut dan semakin panas. Kami sama-sama mengerang menikmati ciuman ini. Rasanya sungguh nikmat dan menggoda.

Kami melepaskan ciuman dan jarinya mengusap bibirku lembut. “Kau begitu nikmat.” Bisiknya menggoda.

“Tentu kau lebih nikmat, hmmm…yummy.” balasku tak kalah menggoda.

“Bagaimana kegiatanmu bermain mata tadi pagi?”

“Sungguh menyenangkan.” Ku cium bibirnya kilat.

“Apakah lezat?”

“Sangat lezat, apalagi Chocolate Chees Cake nya.” Terdengar suara tawanya yang renyah.

“Baiklah, aku akan melakukannya lagi kapan-kapan.” Ujarnya bangga.

“Akan ku tagih janjimu, oppa.”

“Akan ku tepati. Apa yang tidak akan kulakukan untuk gadis cantik ini.”

“Apakah kerja samanya berhasil?” Tanganku bergerak meraih dasinya.

“Tentu saja. Aku tak akan membuatnya gagal, karena waktu tidurku berkurang.” Dengusnya sebal. ” Dia membuatku terpaksa bangun pagi hanya untuk menandatangani surat kesepakatan. Menyebalkan.” Gerutunya.

“Tapi aku menyukainya, karena pagi-pagi bisa bermain mata denganmu dan kau terlihat lezat pagi ini.”

“Kaulah yang lezat Hyuni.” Ucapnya dengan suara seksi. “Ayo makan siang.” Dia melepaskan tangannya yang berada di pinggangku dan meraih tanganku.

“Ayo…” kami berjalan keluar dari ruanganku. “Ah… tunggu, aku melupakan tasku.”

“Tinggalkan saja.” Ujarnya enteng.

“Kau menyebalkan Lu Han-ssi.”

“Tapi aku lezat bagimu.” Aku mencibir mendengar jawabannya.

END

Iklan

10 thoughts on “DELICIOUS LIPS

  1. pasangan erotis kkkk~
    aku kira seohan bukan siapa2 lalu kenalan terus jadi deket, ternyata mereka udah tunangan 😀
    nice and keep writing thor!

    Suka

  2. Anjirrr…. kirain cwok yg main mata itu udah pnya cwek lain dan playboy makannya dia main mata sama seohyun….. ga taunya mereka udah tunangan, dan yg ktmu Lu Han vuma klien. DAEBAKKKK , singkat tapi puas bacanya 😀
    Udah lama ga berkunjung k blok ini, jadi ktinggalan banyak nih de…

    Suka

  3. Couple yg sama2 penggoda. Awalnya nyangka seohyun tuh tipe cwek yg beranian gtuh, di goda ya balas di goda padahal ga knal, eh eh ga taunya…. TUNANGAN. Pantesan aja mreka berani main mata 😘 . KEREN LAH…. T.O.P BANGET 👍👍👍👍

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s