BROTHER

image

BROTHER

Story : ArchangelHan

CAST :

Seo Joohyun
Oh Sehun
Lu Han

Happy Reading….

Hujan terus mengguyur sejak sore, membuat udara terasa dingin dan lembab. Keadaan di luar sana memang bising akan gemercik hujan, namun terasa mencekam. Seohyun hanya memandangi keadaan di luar dari kaca jendela kamarnya di lantai dua. Sesekali dia melihat ponselnya, menanti sebuah pesan ataupun kabar dari orang yang di tunggunya.

Dia memeluk dirinya sendiri, dan mengusap-usap kedua lengannya. Entah mengapa dia memang tak suka bila suasana seperti ini dirinya tinggal sendirian di rumah besar itu. Kedua orang tuanya sering berada di luar negeri, para pelayan tinggal terpisah dari bangunan rumah utama.

“Jam berapa dia akan pulang?” Gadis itu bertanya pada dirinya sendiri sambil mondar-mandir gelisah.

Kreeekkk….

Dia terlonjak kaget. “Suara itu…” bisiknya pelan, namun tersirat rasa takut pada suaranya.

Kreeekkk….

Merasa penasaran, dia membuka pintu kamarnya sedikit. Mengintip keluar. Namun hanya ada lorong yang sepi. Dia menelan ludahnya sendiri, ketika bulu kuduknya mulai meremang. “Tenang Seohyun.” Ucapnya menyemangati diri sendiri.

Kini Seohyun memberanikan diri melangkah keluar dari kamarnya.

Krauk Krauk….

‘Bunyi apa itu sebenarnya?’ Jantungnya berdetak sangat cepat, telapak tangannya kini terasa dingin.

Karuk Krauk…

Dia berhenti di depan kamar tamu yang tepat berada di samping kamar adiknya -Sehun-. Dengan sangat perlahan dia menempelkan telinga pada pintu kamar itu.

Hening.

‘Mengapa tiba-tiba tak ada suara apapun?’ Tanyanya dalam hati. Bermodalkan tekad, Seohyun menarik daun pintu dan mendorongnya sangat perlahan. Kamar itu gelap. ‘Apakah tadi hanya suara tikus?’. Karena kamar tamu memang sangat jarang di pakai, mungkin saja ada tikus ataupun kecoa yang tinggal. Pikirnya, mencoba berfikir positif. Akhirnya Seohyun memilih untuk menutup saja pintu itu.

Krauk krauk…

Suara itu terdengar jelas, membuatnya berhenti seketika, dengan pintu yang sejengkal lagi akan tertutup. Dia mulai merasa ketakutan merambati tubuhnya. ‘Suara apa tadi? Mengapa begitu jelas? Tentu suara tikus tak akan sejelas itu.’ Pikirnya. Kali ini dia benar-benar ketakutan, bahkan tubuhnya tak mau bergerak untuk menutup pintu itu.

“Noona, apa yang sedang kau lakukan?”

“Astaga!” Pekiknya kaget ketika Sehun kini berdiri tak jauh darinya. Tentu saja pertanyaan adiknya membuatnya begitu kaget. “Sehun, kau mengagetkanku.”

Sehun hanya mengangkat sebelah alisnya, tak mengerti mengapa kakaknya itu begitu kaget dengan kehadirannya.

“Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan di depan kamar itu, noona?” Sehun mendekati Seohyun, dan menarik pintu kamar itu agar tertutup.

“Tadi aku mendengar suara aneh dari dalam sana, dan membuatku penasaran.”

“Mungkin hanya suara tikus.” Jawaban Sehun sama seperti yang tadi di pikirkannya. Dia mendesah lega, memang itu mungkin hanya tikus.

“Aku juga berpikir demikian.”

“Kalau begitu, lebih baik noona tidur, ini sudah malam.”

Seohyun hanya menurut ketika Sehun menuntun dirinya menuju kamar. Kamar miliknya hanya berjarak tiga kamar saja, dan tepat berada di ujung.

“Selamat malam noona.” Sehun mengecup dahi Seohyun singkat, menunjukkan kasih sayang terhadap kakaknya.

“Selamat malam Sehun-ah.”

●●

Kreeek~ Kreek~

Tengah malam Seohyun terbangun karena bunyi itu. Bunyi yang tadi di dengarnya, kini terasa begitu dekat. Tangannya terulur untuk menyalakan lampu duduk di dekat ranjang miliknya. Tak ada apa-apa di kanarnya, mungkinkah dari kamar lain? Itu yang ada di benaknya. Tanpa ragu dia bangkit dan berjalan mengendap-endap menuju pintu.

Kreek~

Di lorong tak ada apa-apa, dan pintu kamar Sehun tertutup dengan lampu yang padam, jadi dia sudah tidur, pikirnya. “Bodoh.” Gumamnya sangat lirih. “Tentu saja Sehun sudah tidur, ini kan pukul dua pagi.”

Kini dia memilih untuk memuaskan rasa penasarannya, bukannya tidak takut, hanya saja dengan keberadaan Sehun di rumah telah membuatnya tenang. Sehun selalu menemaninya, bahkan ketika dia bermimpi buruk dan orang tua mereka tak berada di rumah. Sehun juga yang menjaganya.

Cklek.

Pintu kamar tamu yang berada di sebelah Sehun kini terbuka sedikit, Seohyun menyelipkan tubuhnya dan memasuki kamar itu. Tangannya meraba-raba dinding untuk mencari tombol sakelar lampu.

Ckleck

Pintu di belakangnya tertutup karena tanpa sadar Seohyun mendorongnya, besamaan ketika dia menemukan sakelar lampu dan menyalakannya. Lampu kamar ini temaram, sehingga sudut-sudut kamar terasa menyeramkan karena lampu bahkan tak menerangi tiap sudutnya. Kamar ini biasa-biasa saja dengan ranjang besar berkanopi yang tertutup tirai, dan lemari besar. Sama saja seperti kamar tamu lainnya.

‘Tapi mengapa tirai ranjang tertutup?’ Dahinya berkerut. ‘Biasanya tirai-tirai itu akan terbuka karena tak ada yang menempati, lalu siapa yang menempati kamar ini?’ Tiba-tiba terbesit rasa penasaran untuk mendekati ranjang itu.

Kakinya melangkah sangat perlahan, tanpa mengeluarkan bunyi. Seohyun berhenti satu langkah lagi dari ranjang. Sangat hati-hati dia menyibak tirai ranjang.

Srek.

Tak ada apapun di ranjang, hanya saja seprei di ranjang berantakan, seolah bekas seseorang tidur di atasnya. Tapi tak mungkin pelayan begitu ceroboh membiarkan ranjang di kamar tamu berantakan, bahkan tirai ranjang di biarkan tergerai. “Benar-benar ceroboh!” Dengusnya pelan. Pagi nanti dia berniat memarahi pelayannya yang bertindak ceroboh.

Merasa lega karena tak ada apa-apa, kemudian dia berbalik. “Astaga!” Pekiknya dengan mata membelalak. Di depan pintu kini ada sesosok makhluk. Seohyun tak mampu untuk bergerak ataupun mengeluarkan suaranya untuk berteriak memanggil Sehun. Dia hanya diam mematung di sana dengan raut ngeri dan takut.

Makhluk itu menggeram. Posisinya menyerupai anjing ketika duduk. Kedua tangan di depan dengan kaki yang tertekuk. Wajahnya setengah hancur, dengan taring mencuat di sela mulutnya yang mendesisi dan mengeluarkan darah. Matanya besar sebelah, kuku-kuku tajam. Makhluk itu sangat mengerikan.

“Se-hun…” gumamnya sangat pelan, bahkan tak ada yang akan mendengarnya.

“Hyun…” Desisi makhluk itu dengan suara rendah dan parau.

Deg. Jantung Seohyun berdetak sangat cepat, dan yang semakin membuat jantungnya semakin berdetak karena suara tadi. Suara yang memanggilnya. Seohyun menggeleng, mungkin halusinasinya karena ketakutan hingga mendengar suara yang sangat di kenalnya.

“Hyun…” desisi makhluk itu.

“Tidak. Itu halusinasi.” Bisiknya pelan.

“Akhirnya kau menemuiku. Aku merindukanmu.” Makhluk itu mendekatinya, membuat Seohyun bergerak mundur.

“SEHUN.” Teriaknya memanggil adiknya. Akhirnya dia bisa berteriak. “Sehun….”

“Hyun….” Seohyun berlari ke samping ketika dirinya hampir terbentur ranjang. Dia memutar untuk meraih pintu.

“Sehun-ah~ Sehun~” Dia masih berusaha memanggil nama adiknya, mungkin saja Sehun mendengar panggilannya dan menolongnya.

“Jangan pergi… Kau-Tidak boleh pergi.” Geram makhluk itu.

Seohyun hampir merasa lega ketika dia sedikit lagi mencapi pintu dan akan membuka pintu itu.

Cklek

Namun pintu itu terbuka sebelum tangannya meraih handel pintu. Senyumnya mengembang seketika. Sehun kini berdiri di ambang pintu. “Sehun-ah, syukur-”

“Mengapa kau berada di sini noona?” Suara Sehun terdengar dingin dan datar.

“Dia milikku.” Geram makhluk itu kasar.

“Aku tahu.” Balas Sehun datar, seolah mengabaikan Seohyun yang ketakutan dan membutuhkan pertolongannya. “Karena keinginan noona sendiri yang memasuki kamar ini sebelum waktunya, jadi dia milikmu, hyung.”

“Se-hun. A-apa maksud ucapan… mu?” Tanya Seohyun dengan ragu dan bercampur rasa takut. Bulu kuduknya seketika berdiri.

“Ah, aku lupa menjelaskannya. Ini adalah Lu Han hyung….”

“Tidak..” Seohyun menggeleng mendengar ucapan Sehun yang belum selesai.

“Dia Lu Han hyung.” Tegasnya. “Memang hyung meninggal ketika mengalami kecelakaan tahun lalu, tapi…” Seohyun menahan nafas ketika Sehun menarik nafas untuk berhenti sejenak. “Aku mengumpulkan tubuhnya yang hampir hancur. Menggunakan ritual kuno untuk memanggil jiwanya kembali. Hanya saja…” Sehun menggendik pelan. “Tak semudah itu. Aku harus mencari tumbal untuk memulihkannya, maka dari itu aku mengorbankan pelayan di rumah ini.”

Gadis itu terperangah tak percaya. “Itukah alasannya akhir-akhir ini sering sekali berganti-ganti pelayan?” Seohyun memang merasa aneh, mengapa setiap minggu ada saja pelayan yang keluar dan berganti yang baru, dan bila di ingat-ingat kejadiannya memang sudah cukup lama.

“Ya… mereka mati dan aku mencari yang baru untuk tumbal.”

“Jadi mereka mati, bukan kabur ataupun berhenti karena tidak betah?”

“Ya.” Jawaban Sehun begitu dingin menjawab soal tumbal itu. Padahal yang dibicarakannya adalah nyawa orang lain.

“Tapi kenapa?” Tanya Seohyun pelan, dia begitu sedih, takut, dan tak percaya dengan semua ini. Apa alasan Sehun hingga melakukan hal yang benar-benar kejam ini.

“Karena aku ingin noona dan hyung bahagia.” Seohyun tercekat mendengar hal itu, apa lagi Sehun menjawabnya dengan raut sedih.

“Aku mencintaimu, Hyun.”

Seohyun melonjak kaget mendengar makhluk yang suaranya sangat mirip Lu Han itu mengatakan cinta padanya.

“Aku tahu kita bertiga saudara, maka dari itu kalian tak bisa bersama. Aku ingin kalian bahagia bersama.”

“Tapi ini salah, Sehun-ah.”

“Tak ada yang salah dalam cinta.”

Seohyun menggeleng. Dia menyayangi Lu Han, karena mereka kakak-adik, seperti halnya dia menyayangi Sehun. Mereka bertiga bersaudara, apa yang sebenarnya di pikirkan Sehun.

“Kau milikku sekarang.”

Bruk

“Arghhhh….” Tubuh Seohyun di tubruk oleh makhluk itu. “Sehun….” panggilnya, namun Sehun hanya diam saja.

“Milikku.”

Perlahan pintu di tutup oleh Sehun.

Cklek.

“Sehuuun~. Tidak!”

Pintu tertutup dan Sehun hanya berdiri diam di balik pintu sambil mendengarkan jeritan kakak perempuannya. Selama ini dia tahu Lu Han sangat mencintai Seohyun. Setetes air mata mengalir di pipinya, ketika memikirkan takdir yang sangat kejam untuk kedua kakaknya. Dan hanya inilah yang bisa dia lakukan sebagai seorang adik.

“Aku akan tetap membantumu menjadi sempurna, hyung. Aku berjanji, kalian akan bahagia.”

Sebelum meninggalkan pintu kamar itu, dia menguncinya, agar Seohyun tak akan keluar dari kamar itu. Agar Lu Han yang selama ini tersiksa karena ingin bertemu Seohyun, akhirnya terlaksana, walaupun dalam wujudnya yang belum sempurna.

END

** Ff ini juga udah di publish di Wattpad, mungkin ada yang pernah baca. Aku tahu ini ff GJ yang entah gimana hasilnya. Tiba-tiba aja pengen buat yang misteri gtuh. Yah, ini tiba-tiba terpikirkan dan hasilnya ANCURRRR…. . Yang minat silahkan baca…. ^^ Jangan lupa RCL ne… GAMSAHAMNIDA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s