Chocolate Love : 1

Chocolate Love 

Story : ArchangelHan

CAST :

● Seo Joohyun

● Lu Han

● All Member Exo

● All Mamber Girls Generation

● Krystal

Haloooooooo! Annyeong haseyo chingudeul. Karena blm ada ide lagi, maka ff yg udah lumutan aq simpen di post aja hehehe. Nih ff udah aq buat bulan april 2016, n belum sempet di post. Semoga kalian berminat membaca dan ff ini mampu menghibur  kalian hehe.


♡♡Happy Reading♡♡


Haloooooooo! Annyeong haseyo chingudeul. Karena blm ada ide lagi, maka ff yg udah lumutan aq simpen di post aja hehehe. Nih ff udah aq buat bulan april, n belum sempet di post. Semoga kalian berminat membaca dan mampu menghibur malam kalian hehe.


♡♡Happy Raeding♡♡


Pagi itu seperti biasa lorong sekolahnya ramai ketika dia dan teman-temannya berjalan melewati lorong itu. Bagimana tidak membuat sekolah gaduh, dua belas pria tampan berjalan bersama seolah itu parade pria-pria tampan, dan hanya gadis bodoh bila tidak tertarik melihat ataupun memandang mereka. Xiumin, Lu Han, Kris, Lay, Chen, Tao, Suho, Chanyeol, Baekhyun, D.o, Kai, Sehun, dan mereka terkenal dengan geng EXO. Tentu saja mereka dari angkatan yang berbeda-beda, ada yang berasal dari tahun ketiga, kedua ataupun tahun pertama. 


Hanya berjalan saja mereka telah menyita perhatian banyak siswi. Lu Han berjalan di barisan paling belakang dengan wajah acuh dan asyik menikmati makanan ringan yang ada di tangannya, seolah hanya ada dia dan snack yang di makannya. Hobinya memang makan, baik makanan ringan atau apapun, tapi sebenarnya dia pemilih makanan. Tentunya yang lezat. 


Chanyeol, Chen, Suho, Baekhyun, Xiumin menebarkan senyumnya, membuat gadis-gadis berteriak histeris. 


“Berisik.” Kris bergumam pelan dengan raut masam. Teriakan- teriakan itu tentunya membuat telinganya sakit dan yang pasti MENG.GANG.GU. 


“Sabarlah hyung.” Tao mencoba menenangkan Kris. Walaupun dia terbilang lebih muda dari Kris, tapi Tao terkesan lebih tenang. Walaupun sifat kekanak-kanakannya akan muncul hanya di depan anggota EXO.


“Hyung, aku mau.” Rengek Sehun pada Lu Han dan mencomot snack yang berada di tangannya. 


Mata Lu Han melotot sebal. “Beli sendiri sana.” Namun tak menjauhkan makanan itu dari Sehun, yang di balas cengiran polos oleh si maknae -anggota paling muda di EXO- itu. 


Lay dan Do terlihat biasa saja dan tanpa ekspresi, sedangkan Kai sibuk dengan ponselnya dan mengabaikan apa yang terjadi di sekelilingnya. 


“Ah sial, dia marah.” Keningnya berkerut dan Kai seolah bicara dengan benda layar datar di tangannya. Sepertinya Krystal – kekasih Kai- mengabaikan pesan- pesan yang di kirimnya. Kai melupakan janjinya karena keasyikan bermain ga
me bersama Xiumin kemarin sore hingga malam. 


“Beri dia bunga dan berlututlah.” Kai menoleh pada Chanyeol yang masih memamerkan senyum cemerlang iklan pasta giginya. 


“Cincin permata, pasti dia akan memaafkanmu.” Saran Suho semakin membuat Kai mendengus.


“Enyahlah.” Saran Kris memang yang paling tidak menarik. Selain enyahlah, matilah, atau apapun yang memang terdengar menyebalkan di telinga Kai.


“Kalian tidak membantu sama sekali.”  Gerutunya sebal. 
Sehun dan Tao tertawa puas menyaksikan penderitaan Kai. 


** 


Lu Han melenggang santai menuju loker miliknya. Tangannya meraih pegangan loker dan menariknya. Matanya membelalak dan refleks dia mundur hanya untuk menyaksikan banyaknya snack, coklat, cookies, snakbar dan entah apa lagi yang berhamburan keluar dari loker kecil miliknya, namun mampu menampung apapun. 


“Lagi!?” Lu Han menoleh dan mendapati Xiumin berada di belakangnya. 


“Ya, beginilah.” Lu Han berjongkok untuk mengumpulkan semua makanan yang terjatuh. Perlu di ketahui, dia pria yang tak suka mengabaikan makanan jadi semuanya pasti dia terima dengan senang hati, yah walaupun Lu Han tak akan membuka kartu-kartu atau surat yang di terimanya. Ingat, hanya makanan saja. 


“Tentunya bukan hal yang merugikan.” Xiumin membantu Lu Han mengambil makanan ringan yang terjatuh. 


“Aku tak menolak makanan yang enak.” 


“Tentu saja, yang tak enak akan kau berikan pada kami.” Ledek Xiumin. 


“Resiko. Kan aku yang menerima semua ini.” 


“Sialan kau.” Keduanya tertawa. Tentu Lu Han hanya bercanda. Walaupun dia terlihat menyukai hampir semua makanan ringan, yang paling di sukainya adalah makanan ringan atau cookies buatan sendiri dan tentu haruslah enak. Kriteria gadis yang di sukai Lu Han adalah gadis yang bisa, ahli dan rajin dalam hal memasak. Untuk cantik dan pintar hanya tambahan saja. 


Lu Han dan Xiumin membawa semua makanan itu ke ruang dance untuk di nikmati oleh yang lainnya. EXO memang nama grup mereka di club dance sekolah, walaupun sebagian lainnya mempunyai kemampuan menyanyi dan bermusik yang bagus, bahkan menciptakan lagu. 


Ketika keduanya memasuki ruang dance, banyak yang berseru senang karena mendapatkan makanan. 


“Ada manfaatnya juga wajahmu itu Lu.” Lu Han hanya memutar matanya sebal akan ucapan Kris yang asyik menikmati coklat miliknya. 


“Tentunya lebih bermanfaat makanan-makanan ini. Mampu mengenyangkan perut.” Chanyeol tertawa dengan mulut mengunyah cookies. 


“Makanlah sepuas kalian.” Lu Han hanya akan mencicipi, bila suka dia akan memakan semuanya, dan bila tidak, maka teman-temannya yang akan menghabiskan. Sungguh licik.


**


Di dapur ruang tata boga terlihat gadis-gadis yang memakai apron sibuk bergulat dengan adonan tepung. Bahkan salah seorang gadis tetap terlihat cantik walaupun di wajahnya ada noda tepung. 


“Joohyun, apakah ini sudah cukup?” Salah seorang memanggilnya. Gadis itu beranjak meninggalkan adonannya dan mendekati asal suara. 


Seohyun mencomot adonan dan merasakan tekstur di jarinya. “Ini kurang air sedikit lagi. Hati-hati jangan terlalu banyak saat menambahkan air.” 


“Joohyun, bagaimana ini?” Rengek yang lainnya. Seohyun mendesah pelan, kemudian beranjak menuju teman lainnya. 


“Sepertinya telurnya kurang. Tambahkan dua butir lagi.” 


“Baiklah.” 


Seohyun berjalan menuju meja adonan miliknya. Memang tidak banyak yang mengambil kelas tata boga, karena banyak anak manja yang berfikiran memasak itu hal yang remeh dan lebih mudah untuk membeli saja. Hari ini mereka membuat cookies, kue kering yang cukup di gemari dan Seohyun adalah murid yang paling pandai memasak di kelas tata boga. 


Seo Joohyun. Teman-temannya memanggil Joohyun, bahkan tak ada yang tahu Seohyun adalah nama panggilan yang dia gunakan di rumahnya, kakak-kakak dan sepupunya memanggilnya Seohyun. 
Seohyun mulai memanggang cookies coklat almond dan mete miliknya. Kakak kembarnya, Yoona dan Yuri sangat menyukai makanan yang di buat olehnya, belum lagi sepupunya Soo Young, mereka adalah gadis-gadis dengan tubuh tetap indah walaupun banyak makan. 


Seohyun tinggal di Seoul bersama kedua kakak kembar dan sepupu-sepupunya, sedangkan keluarga besar mereka tinggal di New York. Jessica, Tiffany, Hyoyeon, dan Sunny tinggal di New York. Dia, Yoona, Yuri, Soo Young, Taeyeon, dan Krystal tinggal di Seoul. 
Krystal -adik Jessica-saat ini berada di tahun pertamanya di Wave High School dan Seohyun di tahun ke dua. Yoona-Yuri kuliah di Seoul University semester ke tiga. Soo Young dan Taeyeon -sepupu Seohyun- menjadi desainer untuk perusahaan fashion mereka. 
Keluarga Seohyun memanglah keluarga besar, bahkan sepupu laki-lakinya belum di sebutkan, dan akan sangat melelahkan bila di jelaskan. 


“Andwe!” Teriakan histeris itu membuat Seohyun terkesiap kaget. Seohyun segera mendekati kerumunan itu. 


“Ada apa?” Suaranya terdengar panik. 


“Cookies milikku gosong.” 


“Hah!” Wajahnya tak bisa menyembunyikan kekagetan yang membuatnya sebal. Hanya gara-gara gosong dia sampai histeris dan membuat yang lain panik.


“Aku ingin memberikan cookies ini untuk seseorang.” 


Seohyun mencoba agar tidak melemparkan loyang atau apapun yang berada di dekatnya. Dia menarik nafas perlahan dan menghembuskannya kembali. “Kebetulan aku membuat banyak dan kau bisa mengambil milikku.”


Awalnya gadis itu membelalak dan kemudian tersenyum. 

“Bolehkan?” Matanya berbinar senang.


“Tentu saja.”


Seohyun memberikan sebagian cookies yang selesai di panggangnya. Dia sengaja membuat banyak karena Yoona, Yuri dan Soo Young akan berebut mendapatkan makanan yang di buatnya. 


“Goomawo Joohyun.” Min Ah tersenyum senang ketika memasukkan cookies buatan Seohyun ke dalam toples kecil yang di hias dengan pita. 


“Cheonma.” Pasti untuk seorang pria, batin Seohyun. 


**


Min Ah memasukkan cookies yang toplesnya telah dia hias dengan pita pink dan terlihat cantik ke dalam sebuah loker. Senyumnya sedikit pudar ketika melihat banyak sekali makanan yang ada di loker itu. 


“Pasti dari penggemarnya.” Dia meletakkan toples itu. Min Ah adalah penggemar Lu Han dan besok adalah ulang tahun pria itu. Niat awalnya membuat cookies buatannya sendiri untuk Lu Han, tapi karena gagal dia harus kecewa. Dia harus berterima kasih pada Joohyun karena memberikan sebagian cookies miliknya, yang penting Lu Han akan senang dengan pemberiannya, walaupun pria itu tak akan mengetahui siapa dia. 


Min Ah meninggalkan loker itu dengan senyum senang. “Saengil Chuka hamnida Lu Han oppa.” 


♡♡♡

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s