Chocolate Love : 2

Chocolate Love

Story : ArchangelHan

CAST :

● Seo Joohyun

● Lu Han

● All Member Exo

● All Mamber Girls Generation

● Krystal
Annyeonghaseyo, Ga kerasa udah tahun baru ya….. semoga kita bisa menjadi pribadi yg lebih baik ^^.
Silahkan komen dan kritiknya, aq selalu menunggu kritikan-kritikan tentang tulisanku or ceritaku yg bisa membangun. ^^
===============================================

“Unni, ajari aku membuat cookies dan cake.” 
“Hah!”

“Apa?” 

Yoona dan Yuri memekik kaget mendengar ucapan Krystal yang meminta di ajari oleh Seohyun. 

“Ya unni…” rengeknya manja sambil menggoyangkan lengan Seohyun. 

“Boleh saja.” Senyuman Seohyun membuat Krystal sumringah senang. 

“Kau yang terbaik unnie.” Krystal memeluk Seohyun dengan erat. 

“Semoga yang memakannya tidak masuk rumah sakit.” 

“Aku setuju Yoona-ya.” Yuri mengangguk setuju sambil memakan cookies yang di buat Seohyun. 

“Aku bertaruh yang memakannya pasti tak akan memiliki nafsu makan lagi.” Soo Young tak kalah menimpali dengan mulut penuh cookies dan memeluk toples. Mirip seekor gorila yang menjaga makanannya.

Krystal memanyunkan bibirnya. “Kalian menyebalkan.” 

Seohyun tersenyum melihat kakak dan sepupunya yang selalu jail pada Krystal. Mereka memang kadang menyebalkan dan usil, tapi saling menyayangi. “Kapan kau berniat memulai belajarnya?” 

“Besok bagaimana?”

“Tak masalah. Aku akan berbelanja setelah pulang sekolah besok.” 

“Aku akan menemanimu unnie.” Seohyun mengangguk setuju dan Krystal terlihat senang. 

**
“Seperti biasa.” Celetuk Kris ketika Lu Han bersama Xiumin dan Sehun memasuki ruang dance dengan membawa banyak makanan. 

“Wah sepertinya kue-kue itu enak.” Chanyeol menatap makanan itu dengan penuh minat. 

“Ini lebih banyak dari hari biasanya, lihatlah tanganku dan Xiumin hyung sampai penuh.” Memang banyak makanan milik Lu Han yang di bawa juga oleh Sehun dan Xiumin. 

“Asyik makan…..” Chen dan Lay bersorak senang.
Kris meraih cookies dengan hiasan pita berwarna pink. Ketika membukanya tercium wangi manis yang menggiurkan, tanpa menawarkan pada yang lain dia memakannya sendiri. “Ini sangat enak, bahkan lebih enak dari yang biasanya di beli di toko.” Ucapnya sambil mengunyah.

“Yang benar?” Yang lainnya tak kalah ingin mencicipi. 

“Wah! ini lezat.” 

“Benar. Sangat enak.”

“Lu Han hyung, kau tak ingin mencobanya?” Sehun mengulurkan satu cookies pada Lu Han. 

Pria itu menerimanya tanpa minat. Awalnya dia ragu, tapi melihat teman-temannya yang berebutan membuatnya menjadi penasaran. Ia membuka mulutnya dan mengigit dan Lu Han tiba-tiba terdiam. Hanya satu gigitan saja membuatnya terperangah. “Benar ini lezat.” Lu Han jarang sekali memuji suatu makanan. Tanpa ragu dia menarik toples yang masih di pegang oleh Kris. “Ini milikku.” Pria itu meninggalkan kerumunan sambil memegang toples dengan erat. 

“Yahhh!!!!” Semuanya berteriak tak rela.

“Aku masih menginginkannya.” Chanyeol berusaha mendekati Lu Han.

“Tidak!” Tolaknya tegas. 

Malam harinya Lu Han menatap toples yang masih terdapat beberapa buah cookies yang tersisa. Dia begitu penasaran siapa yang membuatnya. Tangannya memegang kartu dari pengirim. Terdapat tulisan ucapan selamat ulang tahun dan inisial -LMA-

“Kau membuatku penasaran.” Gumannya sambil memandangi inisial itu. “Aku akan menemukanmu. Pasti.” Janjinya dan menyimpan kartu yang terdapat tulisan tangan dan inisial orang atau gadis itu, tak mungkin kan yang memberinya cookies itu pria.

**

Keesokan harinya Lu Han memang menemukan banyak cookies di lokernya, tapi ketika mencicipinya tak ada satupun yang rasanya sama seperti kemarin, bahkan mendekatipun tidak. 

“Tak ada.” 

Bahkan hari berikutnya dia masih tak menemukannya. 

“Sial!” 

Lu Han berjalan menuju ruang dance tanpa bersemangat. Entah mengapa ketika memakan cookies itu, seolah dia telah menemukan seseorang yang tepat untuknya. 

Seohyun setengah berlari di lorong sambil membawa gula dan tepung di pelukannya. Lu Han saat itu berjalan dengan menunduk karena berfikir dan tak memandang ke arah depan. 

Seohyun berusaha berlari lebih cepat. Karena ketika akan membuat cake ternyata tepung  miliknya kurang dan gulanya habis, sehingga dia 

buru-buru membelinya.

BRUK

“Aduh!” 

Seohyun menabrak Lu Han ketika di belokan lorong. Gadis itu kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh bila tangan kuat Lu Han tidak menangkap pinggangnya dan menjaganya agar tetap berdiri. 

Lu Han begitu kaget ketika tubuh lembut seseorang membentur tubuhnya. Dengan refleksnya yang bagus dia menangkap pinggang kecil seoang gadis yang hampir terjatuh karena menabraknya.
Bila orang lain melihat tentu akan menyangka mereka sedang berpelukan. Tangan Lu Han melingkari pinggang Seohyun dan tangan gadis itu memegang lengan atasnya. 

Mata mereka saling memandang. Ada sengatan listrik kecil yang menjalar ketika keduanya bersentuhan dan sengatan itu membuat jantung Lu Han berdetak dengan cepat. 

“Ah, mi- mian hamnida.” Seohyun melepaskan diri dari Lu Han dan membungkuk sambil mengucapkan maaf sekali lagi. 

“Aku yang salah karena tidak melihat ke depan, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri.” Lu Han mengambil gula dan tepung yang terjatuh di lantai. 

“Aku juga salah, maafkan aku.” 

Lu Han mengulurkan tepung dan gula pada Seohyun. 

“Gamsahamnida.” Seohyun membungkuk kembali untuk berterima kasih. 

“Gwenchana.” Gadis itu begitu sopan, batin Lu Han. Matanya melihat tepung dan gula membuatnya terbayang akan cookies. “Untuk apa tepung dan gula itu?” 

“Ah! Ini untuk membuat cake. Kebetulan aku mengambil kelas tata boga.” 

“Oohh!” Hanya itu yang keluar dari bibir Lu Han untuk menanggapi Seohyun. 

“Maaf aku sedang buru-buru.” Gadis itu membungkuk sekali lagi dan meninggalkan Lu Han dalam keheningan sebelum mampu bertanya lebih lanjut. 

Lu Han menatap kepergian Seohyun hingga gadis itu menghilang dari pandangannya. Tangannya bergerak menuju jantungnya yang berdetak cepat. 

“Siapa namanya?” Bisiknya pelan. 

Ketika memeluknya tadi dia mencium aroma manis dari kayu manis, gula ,dan coklat perpaduan wangi yang begitu menggiurkan dan rasanya mirip dengan wangi cookies yang di makannya. 

Tidak! Tidak! Lu Han menggeleng-geleng. Gadis itu melihatnya dengan tatapan biasa seolah tidak mengenalnya, mana mungkin dia yang memberinya cookies. Tata boga, benar, ada kemungkinan salah satu dari mereka yang memberinya cookies. 
Lu Han melanjutkan menuju ruang dance. Ketika sampai di sana teman-temannya telah memulai latihan dan lagu OVERDOSE menghentak ruangan itu. 
Lu Han menyukai lirik lagu ini, entah kenapa rasanya dia terobsesi dan overdosis akan seseorang yang tak di ketahui hanya karena cookies. Gila kan. 
“Aku haus.” Sehun berlari menuju sisi ruangan untuk mengambil minum dan menegaknya dengan tergesa. 
“Tumben sekali tadi kau telat, hyung.” Suho duduk di sampingnya dan mengambil minumnya. 
“Ada insiden kecil yang sedikit menghambatku.” Jawabnya di sela-sela menghapus keringat si wajahnya. 
Suho menatapanya penasaran, menunggu dengan diam, memintanya penjelasan tanpa suara.
“Aku menabrak seseorang yang sedang membawa gula dan tepung…” Tiba-tiba Lu Han teringat kembali wajah cantik gadis itu.
Suho menaikkan sebelah alisnya. “Lalu?” 
“Aku hanya membantunya. Itu saja.” Dia memilih untuk tak menceritakan detailnya. 
“Ada yang kau sembunyikan, hyung?”  Suho memang tak mudah untuk di kelabuhi ternyata, dan orang yang tak pernah puas bila belum di jelaskan dengan detail. 
Dia mendesah pelan sambil menyentuh jantungnya. “Entah kenapa jantungku berdetak cepat ketika memeluknya…”
“Memeluknya? Nugu?” Lu Han menoleh, tak menyadari Sehun kini berada di sisi lain dari Suho, dan tak hanya maknae itu saja, yang lain kini berada di dekatnya untuk mendengarkan tanpa di sadarinya.
“Kenapa kalian?” Tunjuknya karena duduk hampir mengelilinginya.
“Mendengarkan ceritamu.” Xiumin memberikan pupy eyesnya. 
Lu Han terperangah dan menatap Kris yang duduk paling jauh darinya sambil mengendikkan bahu menanggapi tatapan Lu Han. 
“Tak sengaja memeluknya. Aku tak sengaja menabraknya dan hampir saja membuatnya terjatuh…”
“Dan kau memeluknya?” Baekhyun bertanya denga  nada jail.

“Dia hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan. Tak ada cara lain.” Kilahnya mencari alasan agar teman-temannya tak menggodanya lagi.

“Apakah dia cantik?”

“Seksi?” 

“Seperti bakpao?”

“Atau bebek?”

“Bodoh! Memangnya kau yang selalu memikirkan bakpao.” Chanyeol menatap Xiumin. “Dan kau…” Tunjuknya pada Chen. “Dia seorang gadis bukan bebek. Dasar! Apa sebenarnya yang ada di otak kalian sih?” Pria tampan itu hanya menggeleng pasrah menanggapi keusilan Chen dan Xiumin.

Lu Han bangkit dari duduknya, berusaha menjauh dari teman-temannya yang begitu berisik seperti anak ayam. Entah apa lagi yang di perdebatkan oleh mereka, karena memang teman-temannya sedikit jail, cerewet dan selalu ingin tahu.

“Hyung, kau mau?” 

Tatapan Lu Han jatuh pada sebuah lengan berkulit lebih gelap darinya yang menyodorkan cookies. Dahinya berkerut ketika melihat cookies yang berwarna hampir kehitaman itu. Gosong? Pikirnya. 

“Ini buatan Krysi, yah walaupun di bantu oleh sepupunya. Kau mau?” Tawar Kai sekali lagi pada Lu Han yang masih menatap cookies itu dengan pandangan sedikit ngeri. “Cobalah, inu tak seburuk kelihatannya.” 
Lu Han perlahan mengambil satu dan memasukkan ke dalam mulutnya. Wanginya manis dan… rasanya lezat di mulut, hanya saja sedikit terasa pahit. “Sedikit pahit.” Namun entah kenapa dia merasa familiar dengan rasanya, seolah yang membuatnya adalah orang yang berinisial -LMA-. Apakah mungkin LMA ini sepupu Krystal?.
“Krysi memasukkan dark coklat.” 
Lu Han mengangguk. “Pantas saja.” Dirinya masih meresapi cookies dark coklat di mulutnya. “Kai, siapa sepupu Krystal? Bukankah tadi kau bilang sepupunya yang membantunya?” Lu Han melirik Kai yang masih menikmati cookies itu. 
“Joohyun noona.” 
“Joohyun?” 
Kai mengangguk.”Seo Joohyun, kelas dua dan kalau tak salah dia mengambil kelas tata boga.” Jelasnya, tanpa menyadari Lu han yang sedang merenung. 
“Sepertinya bukan?” Bila namanya Seo Joohyun pasti SJH, bukan LMA. 
“Apa hyung?” Kai menoleh pada Lu Han yang sepertinya menggumamkan sesuatu.

“Tidak.” Dia memberikan senyum pada Kai. “Ayo latihan lagi!” Lu Han berdiri dan menuju tengah ruangan untuk mengajak teman-temannya latihan kembali.
**

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s